Jumat, 12 November 2010

Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk mempengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama, sehingga membentuk jalinan kerja yang harmonis dengan pertimbangan aspek efisien dan efektif untuk mencapai angka produktivitas kerja sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Kualifikasi kepemimpinan yang perlu dimiliki oleh setiap manajer adalah:
1. Watak dan kepribadian yang terpuji
2. Prakarsa yang tinggi
3. Hasrat melayani bawahan
4. Sadar dan paham kondisi lingkungan
5. Intelegensi yang tinggi
6. Berorientasi ke masa depan
7. Sikap terbuka dan lugas
8. Widiasuara yang efektif
Tipe kepemimpinan dalam organisasi, yaitu;
1. Kepemimpinan pribadi
2. Kepemimpinan non pribadi
3. Kepemimpinan otoriter
4. Kepemimpinan demokratis
5. Kepemimpinan paternalistic
6. Kepemimpinan menurut bakat
Bentuk-bentuk otoritas yang dimiliki oleh seorang manajer adalah sebagai berikut:
1. Otoritas memaksa
2. Otoritas imbalan
3. Otoritas legitimasi
4. Otoritas ahli
5. Otoritas referensi
Delegasi wewenang adalah pelimpahan atau pemberian otoritas dan tanggung jawab dari pimpinan atau kesatuan organisasi kepada seseorang atau kesatuan organisasi lain untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu. Pada dasarnya, baik pemimpin yang sukses maupun yang efektif dalam kepemimpinannya perlu mendelegasikan wewenang kepada bawahannya
Determinasi yang mempengaruhi efektifitas kepemimpinan mencakup:
1. Kepribadian,pengalaman masa lampau, dan harapan pemimpin
2. Harapan dan prilaku atasan
3. Karakteristik, harapan dan perilaku bawahan
4. Persyaratan tugas
5. Kultur dan kebijakan organisasi
6. Harapan dan perilaku rekan
Teori kepemimpinan situasional adalah teori kepemimpinan yang didasarkan pada hubungan kurva linear (relationship behavior) dan kematangan (maturity).Teori ini mencoba menyiapkan manager dengan beberapa pengertian mengenai hubungan diantara gaya kepemimpinan yang efektif dan taraf kematangan para bawahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar