Sabtu, 28 April 2012

EFEK PIKIRAN TERHADAP KESEHATAN


Latar Belakang
Ini buku terjemahan. Tetapi, judul di kulit depannya masih menggunakan judul aslinya dengan embel-embel : Maha Karya Inspirasional Klasik, Edisi Revisi untuk Abad ke-21. Terbilang buku yang sangat laris karena sudah terjual lebih dari 20 juta eksemplar di seluruh dunia. Sejatinya buku ini adalah bentuk gabungan dari dua buku, yang satu berjudul As A Man Thinketh dan yang lain bertajuk From Poverty to Power. Walaupun berasal dari dua buku yang berbeda, tapi isinya bernuansa sama, kedua-duanya sangat filsafati, berbicara tentang potensi insani, sehingga terasa nyambung satu dengan yang lainnya. Seperti diungkapkan oleh Arthur R. Pell, Ph.D di dalam Pengantar buku ini, James Allen mungkin merupakan salah satu penulis motivasi pertama, seseorang yang benar-benar membuka pintu bagi sebuah gerakan yang dewasa ini yang disebut sebagai gerakan potensi insani, dan seseorang yang karya tulisnya menjadi mata air yang penuh dengan nilai-nilai filsafati. James Allen lahir di Leicester, Inggris pada tahun 1864. Sebagai anak yatim piatu, ia harus bekerja dan mendidik dirinya sendiri dan ketika dewasa ia mencari nafkah dengan bekerja sebagai pegawai administrasi. Ia keranjingan membaca dan mempelajari karya-karya penulis besar Rusia, Leo Tolstoy, serta kajian sains baru dari Charles Darwin dan para ahli seangkatan Darwin. Ia juga menenggelamkan dirinya ke dalam bacaan berbau agama, tak hanya agama Kristen yang merupakan agamanya, bahkan juga Budha, Hindu dan Konfusionisme. Tahun 1902 ia keluar dari pekerjaannya dan mulai menjalani profesi sebagai penulis. Ada sembilan belas karya tulisnya, dua diantaranya digabung dalam buku ini.
Isi Buku atau Ringkasan
Apa saja pokok bahasan yang dituturkan Allen di dalam buku yang direvisi dan diperbaharui untuk abad ke-21 oleh Arthur R. Pell, Ph.D ini? Mari kita periksa bagian pertama yang berjudul As A Man Thinketh. Pada bagian ini Allen menguraikan keterkaitan pikiran dengan karakter, pikiran dengan keadaan, pikiran dengan kesehatan dan tubuh, pikiran dengan tujuan, dan pikiran dengan keberhasilan. Ia juga bertutur tentang visi, cita-cita dan keheningan. Pada topik tentang pikiran dan karakter, ia menegaskan bahwa setiap diri manusia terbentuk dari apa yang dipikirkannya. “Karakter kita merupakan hasil dari semua pikiran kita. Seperti tanaman yang tumbuh dari dan tidak mungkin tanpa benih, begitu juga setiap tindakan kita berasal dari benih pikiran kita yang tak tampak, dan tindakan itu tidak mungkin muncul tanpa benih pikiran itu. Tindakan adalah mekarnya pikiran, dan kegembiraan serta penderitaan adalah buahnya. Jadi, kita memanen buah manis atau pahit dari hal yang kita tanam sendiri. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika benak kita dipenuhi oleh pikiran jahat, kita akan menderita kesakitan; jika pikiran kita murni, kegembiraan akan mengikuti,” tulis Allen (hal. 5).

Dalam hubungan antara pikiran dengan kesehatan, Allen bertutur bahwa penyakit dan kesehatan berakar di pikiran. Pikiran yang sakit, kata Allen, akan mewujud tubuh yang sakit. “Pikiran yang dipenuhi rasa takut dikenal sebagai pembunuh kilat, secepat peluru yang menembus tubuh seseorang. Pikiran semacam itu terus membunuh ribuan orang secara pasti, meskipun kecepatannya sedikit berkurang. Orang yang hidup dihinggapi rasa takut akan penyakit adalah orang yang justru akan mendapatkan penyakit itu. Rasa cemas dengan cepat mendemoralisasi keseluruhan tubuh dan membuatnya rentan terjangkit penyakit. Sementara, pikiran kotor, meskipun tidak diwujudkan secara fisik, akan segera menghancurkan sistem syaraf,” tegas Allen. Serlanjutnya dikatakan, bagi mereka yang hidup dengan saleh, semakin berumur, mereka akan semakin tenang, damai dan lemah-lembut, seperti matahari yang terbenam.
Pada bagian kedua buku ini yang berjudul From Poverty to Power, James Allen mengawalinya dengan sebuah puisi di bagian Kata Pengantar bukunya, seperti berikut ini: Biarkan cemerlang cinta bersinar di hati/Datanglah sekarang ke keceriaan, damai, dan tetirahmu/Usir bayangan kelam keegoisan diri/ Dan sekarang dan selama-lamanya, engkau benar-benar diberkati.
Komentar Penulis
Terdapat empat topik singkat yang ditulis Allen pada bagian kedua bukunya ini. Diantara topik tersebut, banyak hal yang menarik, antara lain topik tentang rahasia kebahagian yang melimpah dan kekuatan meditasi. Berbicara tentang kebahagiaan yang melimpah, ia menulis betapa banyak orang salah mengartikan kebahagiaan itu. “Semua orang, kecuali yang telah masuk ke jalan kearifan, percaya bahwa kebahagiaan hanya bisa diperoleh dengan pemuasan nafsu. Kepercayaan inilah, yang berakar dari kebodohan dan keinginan egois yang terus dipupuk, yang menjadi sebab semua kesengsaraan di dunia”, paparnya. Kebahagian dikatakannya sebagai keadaan pemenuhan sempurna rohani, yaitu suka cita dan kedamaian, dan dari situ semua nafsu dihapuskan. Kepuasan yang dihasilkan dari pemenuhan nafsu tidaklah berlangsung lama dan hanya seperti ilusi serta selalu diikuti oleh keinginan untuk lebih dipuaskan. “Kebahagiaan akan berlimpah datang kepada engkau jika engkau tidak lagi mementingkan diri sendiri. Ketika engkan ikhlas kehilangan hal-hal fana yang sangat engkau sayangi dan suatu hari akan diambil darimu, engkau akan mendapati bahwa hal yang semula tampak menyakitkan bagimu ternyata menjadi kebahagiaan luar biasa bagimu”, tulisnya.
Kesimpulan
Yakinlah bahwa Anda tak akan rugi membeli dan membaca buku ini. Nilai spiritual, psikhologis dan philosofis yang dikandungnya benar-benar akan mampu menyegarkan jiwa Anda. Buku ini penuh dengan inspirasi, sehingga sangat pantas kalau menjadi best seller internasional. Bacalah. Anda akan mendapatkan nilai kerohanian yang luar biasa darinya. Anda pun pantas menyampaikan terima kasih. kepada James Allen atas pemikirannya yang luar biasa ini. Itu kalau dia masih hidup. Tak apalah, karena ucapan terima kasih juga dapat diwujudkan dengan membeli dan membaca buku ini dengan sungguh-sungguh.

Rabu, 18 April 2012

Tomcat Meresahkan Masyarakat

Tomcat yang belakangan meresahkan masyarakat ternyata memiliki sisi positif di bidang pertanian. Ini karena serangga yang mempunyai nama latin Paederus fuscipes itu merupakan predator terhadap hama. Karena itulah, masyarakat tidak perlu panik. Penanganannyapun harus dilakukan secara bijaksana. Berikut ini pernyataan para pakar terkait.
KEPALA Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr Haryono mengatakan, fenomena munculnya Tomcat sudah ada sejak dulu. Bahkan, serangga tersebut biasa ada di sekitar rumah karena hidupnya banyak pada tumbuhan dan rumput-rumputan. ”Kumbang ini sudah ada sejak lama. Jadi bukan serangan baru dan tidak mematikan,” tandasnya beberapa waktu lalu.
Haryono menambahkan, sebenarnya kumbang kecil ini temasuk predator yang memangsa serangga hama , sehingga dalam konteks pertanian menguntungkan dan menjadi sahabat petani karena turut menjaga dan menekan populasi hama seperti wereng. ”Ledakan populasi biasanya terjadi di akhir musim hujan dan akan menurun ketika musim kemarau,” ujarnya.  Haryono memprediksi munculnya serangan Tomcat karena adanya perubahan iklim, terutama saat memasuki musim pancaroba. Selain itu,  terganggunya ekosistem Tomcat akibat alih fungsi lahan pertanian, seperti berubah menjadi perumahan membuat Tomcat memasuki wilayah pemukiman penduduk. ”Apalagi serangga ini menyukai cahaya, karena itu ketika malam hari akan pindah dan masuk ke rumah yang terang,” jelasnya. 
            Deciyanto Soetopo, Peneliti Utama Bidang Hama dan Penyakit Badan Litbang Pertanian, juga mengatakan, dari sisi pertanian sebenarnya Tomcat bermanfaat lantaran membantu petani membasmi hama wereng yang banyak merusak tanaman padi. Karena itu, tidak ada keinginan dari pemerintah untuk membasmi secara massal serangga tersebut, terutama yang berada di ekosistem pertanian. ”Jika ada upaya membasmi besar-besaran serangga ini, maka dikuatirkan akan mengganggu ekosistem. Dampaknya justru populasi hama yang selama ini jadi makanan serangga Tomcat seperti wereng malah berkembang menjadi besar. Jadi harus hati-hati dalam menangangi serangga yang memang sudah ada di sekitar kita,” jelasnya.
            Sementara Staf Ahli Bidang Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Prof Dr Liana Bratasida menegaskan, serangan Tomcat merupakan bukti langsung telah terjadinya perubahan iklim yang luar biasa, sehingga beberapa jenis serangga mendapatkan kesuburan populasi yang pesat. ”Tidak bisa ditolak lagi, serangan Tomcat ada keterkaitan dengan perubahan cuaca. Jadi perlu segera tindakan yang mengarah pada perbaikan kondisi alam,” ujarnya.
Sedangkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, Tomcat keberadaannya umum di seluruh dunia, khususnya di daerah tropis. Bahkan, serangga ini ditemukan memiliki 622 spesies berbeda yang tersebar di seluruh dunia. "Tomcat tidak mengigit atau menyengat, tetapi mengeluarkan cairan tubuh yang beracun dan dinamakan paederin.
Racun ini bisa menimbulkan iritasi serius pada kulit, sehingga bisa terlihat seperti terbakar,” jelasnya. Pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik dan lebih arif mengatasi wabah Tomcat ini. Jika serangga itu menempel pada kulit, maka jangan digerus atau dihancurkan. Tapi cukup dengan mengusir secara halus, misalnya dengan ditiup atau dihalau secara hati-hati agar tidak mengeluarkan racun. Namun jika sudah terkena racun, maka pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mencuci daerah yang terkontaminasi serangga tersebut dengan air sabun agar racunnya dapat diminimalisir. 

              www.google.com





Menyikapi Kenaikan BBM

Kita tahu bahwa semua pasti akan merasakan kesulitan ketika BBM naik. Karena jika BBM naik, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Akan semakin tercekiklah rakyat jelata seperti kita-kita ini. Namun demikianlah kebanyakan orang dalam menghadapi masalah ini keliru. Semua ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Demonstrasilah yang jadi solusi. Tidak ada yang berpikir, kenapa pemimpin kita bisa memilih jalan untuk menaikkan BBM? Tidak ada yang mau merenung, apa betul presiden tercinta kita ingin menyengsarakan bahkan membunuh rakyatnya sendiri? Lalu kenapa tidak mau menyikapi hal ini dengan bersabar?
Taat kepada Penguasa Zhalim
Inilah prinsip yang diajarkan oleh salafush shaleh, oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah, oleh orang-orang yang meniti jalan para sahabat. Mereka tetap menaati dan manut pada perintah penguasa selama diperintahkan dalam yang ma’ruf (kebaikan) dan bukan dalam maksiat. Ketaatan itu tetap ada, meskipun yang memerintah mereka adalah penguasa zhalim, yang mungkin sering menyengsarakan rakyatnya. Ketaatan itu tetap ada meskipun penguasa tersebut melakukan kezhaliman dengan menaikkan harga BBM misalnya.
Renungkanlah hadits berikut yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan seakan-akan adalah nasihat terakhir beliau. Dari Abu Najih, Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasihat kepada kami dengan satu nasihat yang menggetarkan hati dan menjadikan air mata berlinang”. Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan adalah nasihat dari orang yang akan berpisah, maka berilah kami wasiat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِىٌّ
Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak) dari Habasyah” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab, sebagian ulama menyebutkan bahwa penyebutan budak Habasyah dalam hadits di atas adalah cuma permisalan saja, namun sebenarnya tidak mungkin seorang budak menjadi pemimpin (Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 120). Artinya, meskipun seorang budak jadi pemimpin, maka kita tetap taat.
Hadits yang menyebutkan penguasa zhalim tetap wajib ditaati adalah hadits berikut ini.
يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».
Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia."
Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”
Beliau bersabda, ”Dengarlah dan taat kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan taat kepada mereka” (HR. Muslim no. 1847).
Lihatlah bukankah yang disebutkan dalam hadits ini adalah pemimpin yang zhalim? Sampai ia menyiksa rakyatnya sendiri, sampai memukul dan mengambil harta, ini jelas zhalim. Namun lihatlah apa kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dengarlah dan taat kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan taat kepada mereka”.
Subhanallah ... Ternyata prinsip yang satu ini sering tidak diindahkan oleh kaum muslimin. Mereka begitu tidak bersabar dengan kenaikan BBM, kalau benar mereka menganggap kenaikan BBM tersebut sebagai suatu kezholiman.
Lihatlah prinsip yang diajarkan oleh Ahlus Sunnah sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ahmad berikut ini,
والسمع والطاعة للأئمة وأمير المؤمنين البر والفاجر
“Mendengar dan taatlah kepada penguasa dan amirul mukminin (pemimpin orang mukmin), baik mereka adalah pemimpin yang baik, maupun pemimpin yang fajir (pelaku maksiat yang zhalim)” (Ushulus Sunnah, Imam Ahmad).
Namun ketaatan kepada penguasa tidaklah mutlak, tidak harus taat selamanya. Menaati mereka bersifat muqoyyad, yaitu hanya taat dalam yang ma’ruf, bukan perkara maksiat (Nasehat berharga yang kami simpulkan dari perkataan Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri hafizhohullah dalam dauroh kitab Ushulus Sunnah di Riyadh KSA, 1-5 Jumadal Ula 1433).
Kita dapat memahami hal di atas dari ayat,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (QS. An Nisa’: 59). Para ulama menerangkan bahwa kata ulil amri (penguasa) dalam ayat ini tidak diulang dengan kata “أَطِيعُوا” (taatilah). Ini menunjukkan bahwa ketaatan pada penguasa itu ada selama bersesuaian dengan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.
Juga dalam hadits disebutkan,
لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ
Tidak ada kewajiban taat dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat)” (HR. Bukhari no. 7257).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ، فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ
Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat” (HR. Bukhari no. 7144).
‘Ali bin Abi Tholib pernah berkata,
إنَّ الناسَ لا يُصلحهم إلاَّ إمامٌ بَرٌّ أو فاجر ، إنْ كان فاجراً عبدَ المؤمنُ فيه ربَّه ، وحمل الفاجر فيها إلى أجله
“Manusia tidaklah akan menjadi baik melainkan di bawah penguasa yang baik maupun fajir (zhalim). Jika penguasa tersebut zhalim, selama masih beriman, maka kezhalimannya adalah urusan dia dengan Rabb-nya” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya, 15: 328).
Maslahat Taat kepada Penguasa
Banyak maslahat yang kita peroleh ketika kita menaati keputusan penguasa.
Al Hasan Al Bashri rahimahullah berbicara mengenai ketaatan pada penguasa, “Mereka (penguasa) mengurusi lima perkara untuk kemaslahatan kita: shalat Jumat, shalat jamaah, shalat ‘Id, penjagaan tabal batas dan hukum had. Semua perkara tersebut tidaklah bisa tegak kecuali dengan penegakan dari penguasa meskipun mereka suka melampaui batas dan berbuat zhalim. Demi Allah, maslahat ketika taat pada penguasa itu lebih besar dibanding mafsadat yang ditimbulkan. Menaati penguasa adalah suatu keselamatan dan berlepas diri dari mereka adalah suatu kekufuran (kebinasaan)” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 117).
Ibnu Abil Izz rahimahullah berkata, “Hukum menaati pemimpin adalah wajib, walaupun mereka berbuat zhalim (kepada kita). Jika kita keluar dari menaati mereka maka akan timbul kerusakan yang lebih besar dari kezhaliman yang mereka perbuat. Bahkan bersabar terhadap kezhaliman mereka dapat melebur dosa-dosa dan akan melipat gandakan pahala. Allah Ta’ala tidak menjadikan mereka berbuat zhalim selain disebabkan karena kerusakan yang ada pada diri kita juga. Ingatlah, yang namanya balasan sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukan (al jaza’ min jinsil ‘amal). Oleh karena itu, hendaklah kita bersungguh-sungguh dalam istigfar dan taubat serta berusaha mengoreksi amalan kita” (Syarh Aqidah Ath Thohawiyah, hal. 381, terbitan Darul ‘Aqidah).
Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Mendengar dan menaati penguasa kaum muslimin mengandung maslahat dunia, mudahnya urusan hamba, dan bisa menolong hamba dalam menaati Allah” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 117).
Taruhlah jika menaikkan BBM itu termasuk kezhaliman, bagaimana jika tidak? Dan kami berpikir sendiri, mengapa sampai pemerintah punya niatan demikian? Kami berhusnuzhan bahwa pemerintah sudah menimbang-nimbang adanya maslahat di balik itu semua. Dan kami yakin tidak mungkin Pak SBY punya niatan untuk menyengsarakan rakyatnya sendiri. Itulah husnuzhan kami.
Tidak Berdemonstrasi
Sejak dulu, kami tidak suka berdemonstrasi. Sudah sangat ma’ruf bahwa demonstrasi sering dilakukan oleh mahasiswa. Dan kami pun merupakan bagian dari mereka. Namun kami enggan berdemonstrasi, karena mengingat mudharatnya itu lebih besar dari manfaatnya. Jalanan macet, terjadi kerusuhan, korban jiwa, luka-luka dan capek menghabiskan tenaga serta tidak pula mendapatkan keuntungan bahkan kerugian masyarakat luas yang diperoleh ketika demo. Jika kerugian yang diperoleh, kenapa kerusakan dibalas dengan kerusakan? Bahkan kerusakan dari demonstrasi lebih besar, dibanding kita mau menerima kenaikan BBM.
Guru kami, Syaikh Dr. Sholeh Al Fauzan berkata, “Adapun demonstrasi, agama Islam sama sekali tidak menyetujuinya. Karena yang namanya demonstrasi selalu menimbulkan kekacauan, menghilangkan rasa aman, menimbulkan korban jiwa dan harta, serta memandang remeh penguasa muslim. Sedangkan agama ini adalah agama yang terarur dan disiplin, juga selalu ingin menghilangkan bahaya.
Lebih parah lagi jika masjid dijadikan tempat bertolak menuju lokasi demontrasi dan pendudukan fasilitas-fasilitas publik, maka ini akan menambah kerusakan, melecehkan masjid, menghilangkan kemuliaan masjid, menakut-nakuti orang yang shalat dan berdzikir pada Allah di dalamnya. Padahal masjid dibangun untuk tempat berdzikir, beribadah pada Allah, dan mencari ketenangan.
Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim mengetahui perkara-perkara ini. Janganlah sampai kaum muslimin menyeleweng dari jalan yang benar karena mengikuti tradisi yang datang dari orang-orang kafir, mengikuti seruan sesat, sekedar mengikuti orang kafir dan orang-orang yang suka membuat keonaran” .
Tidak Menyebarkan Aib Penguasa
Ketika shalat, lalu kita berbuat salah, kemudian, kita ditegur di depan orang banyak, pasti kita sulit menerima nasehat semacam itu. Begitu halnya dengan penguasa, ketika ia dijelek-jelekkan di depan halaman DPR, dikatakan “neolib” dan “menyengsarakan rakyat banyak”, pasti tidak ada penguasa yang mau terima dengan nasehat semacam itu. Begitu pula dalam Islam tidaklah menyukai yang demikian karena nasehat yang terbaik adalah nasehat empat mata, bukan di khalayak ramai. Setiap orang pun akan senang dengan nasehat semacam itu.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ فَلاَ يُبْدِ لَهُ عَلاَنِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ لَهُ
Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itu (yang diinginkan) dan kalau tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya. Dosa bagi dia dan pahala baginya (orang yang menasihati).” (HR. Ahmad 3: 403. Syaikh Syu’aib Al Arnauht mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).
Sabar Tak Ada Batasnya
Solusi utama untuk menghadapi kenaikan BBM ini adalah husnuzhan dengan keputusan Presiden dan bersabar. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ ، فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ ، إِلاَّ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
Barangsiapa melihat sesuatu pada pemimpinnya sesuatu yang tidak ia sukai, maka bersabarlah. Karena barangsiapa yang melepaskan diri satu jengkal saja dari jama’ah, maka ia mati seperti matinya jahiliyah (artinya: ia mati dalam keadaan jelek dan bukan mati kafir, pen)” (HR. Bukhari no. 7054 dan Muslim no. 1849).
Dan bersabar tidaklah ada batasnya. Orang yang katakan sabar itu ada batasnya, itu keliru. Karena pahalanya saja tak hingga, bahkan surga, bagaimana bisa dikatakan sabar itu ada batasnya.
Jika kita tidak bersabar terhadap keputusan penguasa, kita akan kehilangan pahala besar berupa surga bagi orang yang mau bersabar. Ingatlah janji Allah,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga)” (QS. Az Zumar: 10).
Al Auza’i mengatakan bahwa ganjarannya tidak bisa ditakar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa dihitung sama sekali, akan tetapi ia akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 7: 89).
Berpikir Rasional dengan Mencari Solusi
Kami lebih senang dengan solusi yang ditawarkan oleh Pak Menteri Dahlan Iskan, daripada dengan buang-buang tenaga untuk berdemo.
Intinya, untuk melawan kenaikan harga BBM yang pernah, sedang, dan akan terus terjadi itu, tak ada jalan terbaik kecuali kita musuhi BBM. Kita jadikan BBM musuh kita bersama. Kita demo BBM-nya ramai-ramai, bukan mendemo kenaikannya. Kalau setiap kenaikan BBM didemo, kita hanya akan terampil berdemo. Tapi kalau BBM-nya yang kita musuhi, kita akan lebih kreatif mencari jalan keluar bagi bangsa ini ke depan.
Jalan terbaik adalah jangan lagi menggunakan BBM. Kalau kita sudah tidak menggunakan BBM, apa peduli kita pada barang yang juga menjadi penyebab rusaknya lingkungan itu. Kelak, kita bersikap begini: biarkan dia naik terus menggantung sampai setinggi Monas! Kalau kita tidak lagi menggunakannya, mau apa dia!
Tanpa ada gerakan nyata untuk melawan BBM, seumur hidup kita akan ngeri seperti sekarang. Seumur hidup kita harus siap-siap berdemonstrasi. Seumur hidup kita tidak berubah!
Kalau sudah tahu bahwa seumur hidup kita akan terjerat BBM seperti itu mengapa kita tidak mencari jalan lain? Mengapa kita menyerah pada keadaan?  “Mengapa? Mengapa? ... Tidakkah kita harus takut kepada yang menciptakan alam semesta ini? Berapa kali Allah mengatakan “Afalaa ta’qiluuun?”.
Dan kami yakin di balik kesulitan ini, ada kemudahan yang akan segera dan segera menghampiri rakyat kita.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Alam Nasyroh: 5).
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Alam Nasyroh: 6).
Sahabat mulia, ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya  karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari, 24: 496)
Ini berarti di balik kesulitan dengan naiknya BBM, pasti ada kebahagiaan yang semakin dekat. Kenapa kita tidak optimis dengan janji Allah di atas? Kenapa malah pesimis dan banyak khawatir?
Ya Allah, berilah kami kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Berilah pula hidayah kepada kami dan saudara-saudara kami agar diberi taufik untuk bersabar menghadapi musibah demi musibah. Dan perbaikilah keadaan kami dan pemimpin-pemimpin kami.

               www.google.com  

Jejaring Sosial

Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial  yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi,ide, teman,keturunan dll. Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan jejaring sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Dimasa kini jarang sekali kita temukan seseorang yang tidak memiliki atau tidak mengenal acount-acount dalam dunia maya.Jangankan dikalangan mahasiswa bahkan murid SD saja saat ini sudah banyak sekali ang memiliki acount di dunia maya,seperti Facebook,twitter dan yang lainnya.Tak jarang anak-anak  ini menggunakan jaringan sosial ini tidak pada waktunya,misalnya pada saat belajar dikelas mereka juga menggunakan jaringan sosial ini.Nah,disinilah peranan orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawasi anak-anak mereka dalam menggunakan jaringan sosial ini.

Dampak Positi Jejaring sosial dalam kehidupan kampus :
1. Memperluas jaringan pertemanan.
Dengan menggunakan jejaringan sosial ini banyak orang yang mendapatkan teman baru diluar kampus mereka bahkan dari luar kota.
2. Sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan dan sosial
jaringan sosial ini juga sangat berpengaruh penting dalam mengembangkan keterampilan,mereka bisa menuangkan apa yang mereka pikirkan dalam berbagai jenis jaringan sosial seperti fb,twitter,bahkan blog.
3. Sebagai media penyebaran informasi
Dalam perkuliahan jaringan sosial ini juga berfungsi untuk penyebaran informasi,baik tentang materi-materi kuliah melalui grup-grup di facebook..
Disini jaringan sosial memiliki dampak positif dan negatif misalnya,.. :
1.Menimbulkan kemalasan.
Dengan adanya jejaringan sosial seperti twitter,facebook dan lainnya,mengakibatkan malas untuk mengerjakaan tugas sehingga mengakibatkan tugasnya terbengkalai atau malas untuk  melakukan aktivitas lain dan bisa membuat lupa waktu.
2.Menghamburkan Uang
Bagi yang tidak memiliki fasilitas internet di rumah,Akses internet untuk membuka situs jejaring sosial jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Mereka  pergi ke warnet hanya sekedar untuk membuka situs jejaring sosial saja. Ini dapat dikategorikan sebagai pemborosan, karena menggunakan uang secara tidak produktif.
3.Berkurangnya Waktu Belajar
Karena keasikan bermain jejaringan sosial menjadikan lupa untuk belajar,dan meninggalkan kewajiban mereka yang sebenarnya.
Berkembang pesatnya situs jejaring sosial ini tentu saja punya dampak positif dan juga negatif,  karena itu penting untuk pengawasan dan bimbingan bagi mereka agar dampak negatifnya dapat di hindari dan dampak positifnya semakin di rasakan.Solusinya adalah Menggunakan jejaringan sosial jngan berlebihan,dan tetap memperhatikan penggunaan waktu.Jangan terlalu terlena dalam penggunaan jejaringan sosial.