Senin, 12 Maret 2012

Pendidikan Hard Skill


Pendidikan Hard Skill??? Benar benar mengagetkan dunia pendidikan di Indonesia ketika diumumkan hasil penelitian dari Harvard University, Amerika Serikat (AS). Penelitian itu mengungkapkan bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% dengan hard skill dan sisanya 80% dengan soft skill.
Kalau realitas itu kita jadikan acuan untuk melihat pendidikan di Indonesia sungguh memprihatinkan. Pendidikan kita ternyata masih berkutat pada pendidikan gaya hard skill saja.
Misalnya, sudah lama pendidikan di Indonesia digugat gara-gara tidak memberikan perangkat praktis kepada anak didik (hard skill), dan hanya berkutat pada masalah teoritis. Jadi, seolah pendidikan kita hanya berorientasi pada hard skill saja, bahkan 100%.
Memang, kalau ditanyakan pada kalangan pendidikan, pendapat ini akan disalahkan. Mereka umumnya juga memberikan pelajaran bagaimana mengelola diri dan berhubugnan dengan orang lain pada anak didik. Tetapi, ini hanya terjadi pada kasus per kasus. Artinya, muatan soft skill dalam kurikulum belum kelihatan, untuk tak mengatakan tidak ada sama sekali.
Pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan, yang meliputi bagaimana anak didik terampil dalam menerapkan manajemen diri (berkomunikasi, memimpin, membina hubungan dengan orang lain, dan mengembangkan diri).

Soft skill

Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan  interpersonal.

Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident, self assessment, trait & preference, emotional awareness) dan self skill ( improvement, self control, trust, worthiness, time/source management, proactivity, conscience). Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness, developing others, leveraging diversity, service orientation, empathy dan social skill (leadership,influence, communication, conflict management, cooperation, team work, synergy)
Wikipedia memaparkan bahwa soft skills merupakan istilah sosiologis yang merujuk pada sekumpulan karakteristik kepribadian, daya tarik sosial, kemampuan berbahasa, kebiasaan pribadi, kepekaan/kepedulian, serta optimisme. Soft skills ini melengkapi hard skills- yang bisa dikatakan juga sebagai persyaratan teknis dari suatu pekerjaan. Soft skills tersebut mencakup (a) kualitas pribadi - misalnya tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, manajemen (pengendalian) diri, dan integritas atau kejujuran; dan (b) ketrampilan interpersonal, misalnya berpartisipasi sebagai anggota kelompok, mengajar (berbagi pengetahuan) ke orang lain, melayani pelanggan, kepemimpinan, kemampuan negosiasi, dan bisa bekerja dalam keragaman 
Soft skills pada dasarnya merupakan ketrampilan personal- yaitu ketrampilan khusus yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan mediator konflik. Sedangkan Hard skill bersifat teknis dan biasanya sekedar tertulis pada bio data atau CV seseorang yang mencakup pendidikan, pengalaman, dan tingkat keahlian (teknis). Soft Skills bisa juga dikatakan sebagai ketrampilan interpersonal seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam sebuah kelompok 
pentingnya soft skill. jika seseorang mempunyai karakteristik atau sifat seperti itu maka pastilah orang tersebut mempunyai daya saing 
Ketrampilan Soft Skills                                           
•          Ketrampilan berkomunikasi yang efektif
•          Inovasi dan kreativitas
•          Berpikir analitis
•          Fleksibilitas
•          Kesiapan untuk berubah
•          Memiliki sikap dan nilai-nilai yg benar
•          Ketrampilan interpersonnal
•          Ketrampilan negosiasi
•          Ketrampilan persuasif
•          Ketrampilan mengatur waktu
•          Kemampuan memecahkan masalah
•          Kemampuan beradaptasi
•          Kemampuan memimpin dan membangun tim
Pentingnya soft skill bagi mahasiswa
pengembangan softskills di perguruan tinggi memang harus dilakukan secara integratif dan menyeluruh. Pengembangan softskills tidak hanya sekedar memberikan pelatihan atau kursus softskills, misalnya kursus kepribadian atau teknik komunikasi saja. Sebuah perguruan tinggi idealnya mengembangkan softskill mahasiswa

                www.google.com

Mobil Nasional Buatan Murid SMK, Kualitas Internasional

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di malang telah berhasil membuat mobil sendiri.
Mobil buatan siswa-siwa Indonesia itu tidak kalah dengan buatan luar negeri.
Mobil nasional buatan siswa SMK yakni Esemka ternyata mendapat respons yang baik dari dalam dan luar negeri. Bahkan salah satu varian Esemka model double cabin yakni Digdaya sudah diminati oleh China.
Harga Esemka Digdaya ini hanyalah berkisar di angka Rp 100-110 juta. Lebih murah dibandingkan varian sejenis dari merek luar
.
Model Mobil Esemka:
  1. Mobil Esemka Rajawali
  2. Mobil Esemka Digdaya
  3. Mobil Esemka Zhangaro
  4. Mobil Esemka Hatchback
Itulah jenis-jenis Mobil Esemka buatan Anak Indonesia, dan mobil yang banyak dipamerkan dan dipesan yaitu untuk Mobil Esemka Rajawali. Dan berikut spesifikasi Mobil KIAT ESEMKA Indonesia:
  • Model : Esemka 1.5 i
  • Isi Silinder : 1500 CC
  • Type Mesin : Inline 4 silinder
  • Pembakaran : Multipoint Injection
  • Bahan Bakar : Bensin Premiun
  • Maks Power Out Put : 105 Hp (5500)
  • Maks Tourque Out Put : 145 Nm (4400)
  • Bore x Stroke : 78.0 x 78.4
  • Kapasitas Tangki Bahan Bakar : 75 liter
                 www.google.com

Rabu, 07 Maret 2012

Tugas 3 : Kesalahan Dalam Penalaran

Kesalahan Penalaran yaitu :

1.      Kesalahan Penalaran Induktif
Seperti yang telah dibahas pada postingan sebelumnya mengenai penjelasan dari penalaran induktif yaitu, penalaran yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak belakang dari hal-hal khusus ke umum untuk membuat suatu kesimpulan.
Dalam penalaran induktif, terdapat beberapa kesalahan yang berupa gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang keliru, karena seseorang tidak mengikuti tata cara berpikir dengan tepat.
Kesalahan penalaran induktif bisa terjadi, karena:
a.   Generalisasi atau perampatan terlampau luas, misalnya: Orang Indonesia pemalas, termasuk kesalahan penalaran induktif, karena tidak semua orang Indonesia pemalas.
b.      Analogi yang salah, biasanya digunakan untuk mnegembangkan paragraf.
c.     Bersumber pada hubungan sebab akibat yang salah, kesalahan ini sering dijumpai pada wacana iklan.
Selain itu, kesalahan ini juga dapat terjadi dikarenakan penutur tidak cermat dalam mengungkapkan kesejajaran rincian dan kesalahan logika. Serta dapat berupa kesalahan analogi yang dapat terjadi bila dasar analogi induktif yang dipakai tidak merupakan ciri esensial simpulan yang ditarik.
2.      Kesalahan Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif ialah proses berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum lebih utama dan selanjutnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Pada penalaran deduktif juga terdapat kesalahan yang disebabkan oleh:
a.      Kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi
b.      Kesalahan karena adanya term keempat
c.       Kesalahan karena kesimpulan terlalu luas atau tidak dibatasi, dan
            d.      Kesalahan karena adanya 2 premis negatif.
 
sumber : www.wikipedia.com

Tugas 2 : Metode Penalaran

Metode Penalaran

Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan dari fenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.


Paragraf Induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Paragraf Deduktif
Paragraf Deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

Contof Paragraf Deduktif
Setiap orang dilahirkan dan di besarkan di dalam lingkungan keluarga. Tak seorangpun yang tidak mengalami kehidupan di dalam keluarga. Pemeliharaan dan pembinaan seseorang anak adalah perwujudan cinta kasih kepada orang tua. Secara alamiah orang tua mempunyai rasa cinta kepada anak. Bagaimanapun keadaannya orang tua tetap akan memelihara dengan penuh kasih sayang terhadap anaknya.


sumber : www.google.com

Tugas 1 : Definisi Penalaran

Proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan yang bertolak belakang dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah.

Penalaran berjalan menurut alur kerangka berpikir tertentu, yang merupakan kunci pembuka gerbang ke arah kemajuan seperti apa yang dicapai oleh manusia sekarang ini. Penalaran hanya terkait dengan berpikir sadar dan aktif, dan mempunyai karakteristik tertentu untuk menemukan kebenaran. Kemampuan menalar menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia kekuasaannya. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan cara berpikir bukan dengan perasaan.

Penalaran sebagai sebuah kemampuan berpikir, memiliki dua ciri pokok, yakni logis dan analitis. Logis artinya bahwa proses berpikir ini dilandasi oleh logika tertentu, sedangkan analitis mengandung arti bahwa proses berpikir ini dilakukan dengan langkah-langkah teratur seperti yang dipersyaratkan oleh logika yang dipergunakannya. Melalui proses penalaran, kita dapat samapai pada kesimpulan yang berupa asumsi, hipotesis atau teori. Penalaran disini adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. Kemampuan menalar adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan yang tepat dari bukti-bukti yang ada dan menurut aturan-aturan tertentu.

Sumber : www.wikipedia.com

Sabtu, 19 November 2011

RESENSI KETIKA CINTA BERTASBIH 1


1.       Data Publikasi

a.       Judul                              : Ketika Cinta Bertasbih 1
b.      Penulis                            : Habiburrahman El Shirazy
c.       Penerbit                         : Republika-Basmalah
d.      Tahun terbitan                : 2007
e.      Tebal                             : 477 halaman
f.        Tema                             : Perjuangan dan arti hidup untuk meraih kebahagiaan.

2.       Sinopsis

                Azzam adalah seorang pemuda sederhana yang memilih untuk menuntut ilmunya di Kampus Al-Azhar, Cairo. Azzam dikenal sebagai sosok yang tegas dan dewasa. Dia sangat memegang teguh prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-harinya. Di kalangan teman-temannya pun Azzammenjadi panutan dan sosok yang bisa diandalkan.Setelah bapaknya meninggal, sebagai anak tertua dalam keluarganya, dialah yang menanggungkehidupan keluarganya di Solo. Oleh karena itu, selain sebagai mahasiswa, dia juga bekerjakeras sebagai pembuat tempe dan bakso untuk menghidupi ibu dan adik-adik perempuannya diIndonesia serta kehidupannya sendiri di Cairo. Bahkan Azzam, rela meninggalkankuliahnyauntuk sementara dan lebih berfokus untuk mencari rezeki. Meski terkadang ada rasa iri melihatteman-teman satu angkatannya yang sudah terlebih dahulu lulus, bahkan ada yang hampir menyelesaikan S2-nya tapi Azzam segera sadar kalau dia tidak sama dengan teman-temannyayang lain. Azzam lebih dikenal sebagai tukang tempe di kalangan mahasiswa Indonesia yangsedang kuliah di Al Azhar.Azzam juga sering mendapatkan undangan dari duta besar Indonesia yang ada di Mesir untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pada acara-acara kebesaran. Jadi, selain terkenal di kalanganmahasiswa sebagai tukang tempe, Azzam juga terkenal di kalangan para duta besar.Saat bekerja itulah Azzam mengenal sosok Eliana. Eliana adalah sosok yang sempurna secarafisik. Putri duta besar, cantik, dan salah seorang lulusan Universitas di Jerman. Akan tetapi, prinsip-prinsi keislaman yang Azzam pegang teguh membuat Azzam mampu menepis perasaannya.Saat bekerja juga Azzam secara tidak sengaja bertemu dengan Anna Althafunnisa. Dialah perempuan yang memikat hatinya dan hendak ia lamar. Namun, status sosialnya membuatAzzam ditolak. Yang lebih mencengangkan Azzam adalah Anna justru menerima lamaran dair Furqan, sahabat Azzam sendiri yang memiliki status sosial lebih tinggi daripada Azzam.Azzam akhirnya mampu melanjutkan kuliahnya setelah adiknya menyelesaikan pendidikan.Setelah dia lulus dari Al Azhar dengan nilai yang cukup memuaskan, akhirnya setelah 9 tahunterpisah dengan keluarganya tanpa pernah pulah, dia pun pulang dan kembali ke tengah-tengahkeluarga tercintanya.

3.       Kunggulan

                        Novel ini menghadirkan kisah percintaan bukan sekedar terhadap lawan jenis tapi jauhmengungkapkan kecintaan terhadap Allah. Merupakan salah satu novel pembangun jiwa yang penuh akan makna. Gaya bahasa yang ringan dan alur cerita yang mudah dimengerti membuat pembaca seakandapat melihat apa yang ingin diperlihatkan penulis novel. Sarat akan pengetahuan. Kata-katanya santun dan mudah di pahami. Kertas novel menggunakan kertas quarto yang bagus dan bersih. Perwatakan tokoh mudah dimengerti, dan di gambarkan jelas.


4.       Kelemahan
                                                  Untuk novel dengan pengarang yang sama dan konsep yang sama pula, latar yang dipilihkurang variatif.
5.       Pendapat Akhir

Novel percintaan yang satu ini pantas di baca oleh siapa saja. Sesuai dengan konsepnya, yaitu novel pembangun jiwa, novel ini dapat memberikan semangat pada jiwa untuk lebih bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. selain itu, novel ini penuh dengan ilmu pengetahuan yang akan memperluas wawasan kita terhadap dunia.


Lampiran

ketika_cinta_bertasbih.jpg