Rabu, 02 November 2011

Hal sia-sia


Nama            : M Andik RL
Kelas              : 3ka21
NPM               : 11109153
HAL SIA-SIA
Waktu luang bisa menjadi bumerang. Tentu, kalo kita nggak bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Remaja yang mudah suntuk karena kebelumstabilan emosinya, ditambah beratnya beban pelajaran di sekolah membuat mereka lebih sering memanfaatkan waktu luang untuk bersenang-senang. Masalahnya kebanyakan hal yang senang-senang itu adalah hal yang sia-sia. Contohnya adalah kebiasaan nongkrong, maen game, keluyuran di pusat perbelanjaan, dsb.
Bayangkan, jika waktu luang itu kita gunakan untuk aktifitas yang bermanfaat. Oke, mungkin kamu bosen juga. Kebanyakan remaja pikir aktifitas bermanfaat itu harus yang perlu mikir-mikir berat. Sebenarnya enggak. Asal kamu punya hobi positif maka itu juga aktivitas yang bermanfaat.
Misalnya saja kamu seneng elektronika, maka waktu luangmu bisa kamu gunakan untuk belajar pemrograman, atau bikin situs dakwah, dan lain-lainnya. Paling gampang, waktu luangmu kamu gunakan untuk membaca, menambah ilmu dan juga sesedikit ilmu yang diberikan di sekolah umum adalah ilmu agama. Jadi, baca buku agama pas waktu luang sangat pas buatmu.
Perbaikan kata-kata yang salah dan rancu
HAL SIA-SIA
Waktu luang bisa menjadi bumerang. Tentu, jika kita tidak bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Remaja yang mudah suntuk karena kebelumstabilan emosinya, ditambah beratnya beban pelajaran di sekolah membuat mereka lebih sering memanfaatkan waktu luang untuk bersenang-senang. Masalahnya kebanyakan hal yang senang-senang itu adalah hal yang sia-sia. Contohnya adalah kebiasaan nongkrong, main game, berpergian di pusat perbelanjaan, dsb.
Bayangkan, jika waktu luang itu kita gunakan untuk aktifitas yang bermanfaat. Oke, mungkin kamu bosen juga. Kebanyakan remaja pikir aktifitas bermanfaat itu harus yang perlu mikir-mikir berat. Sebenarnya tidak. Asalkan kamu punya hobi positif maka itu juga aktivitas yang bermanfaat.
Misalnya saja kamu seneng elektronika, maka waktu luangmu bisa kamu gunakan untuk belajar pemrograman, atau bikin situs dakwah, dan lain-lainnya. Paling gampang, waktu luangmu kamu gunakan untuk membaca, menambah ilmu dan juga sesedikit ilmu yang diberikan di sekolah umum adalah ilmu agama. Jadi, baca buku agama pas waktu luang sangat pas buatmu.



Kata yang salah & rancu
Pembenarannya
bumerang
perkataan (perbuatan, ulah, peraturan, dsb) yg dapat merugikan atau mencelakakan diri sendiri
kalo
jika
enggak
tidak
maen
main
game
bahasa inggris yang mempunyai arti  yaitu kumpulan permainan
keluyuran
berpergian
enggak
tidak
asal
asalkan,bila ,jika
elektronika
ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer
pemrograman
proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program komputer
Catatan         : warna merah menunjukkan kata-kata tidak baku dan kata serapan sedangkan warna biru merupakan istilah dan kata-kata rancu.



Jumat, 07 Oktober 2011

Alat-alat Display


Peranti keluaran (output device) adalah peralatan yang digunakan untuk menyajikan hasil pemrosesan computer.
Output device bisa diartikan sebagai peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Jenis dan media dari output device yang dimiliki oleh komputer cukup banyak.
·         Monitor

Layar monitor juga disebut computer display, visual display unit, atau monitor saja. Monitor adalah peralatan yang berfungsi menampilkan gambar-gambar yang bisa dilihat, yang dihasilkan oleh komputer tanpa merekamnya.
Layar monitor saat ini lazimnya ditampilkan dalam dua buah bentuk, yaitu CRT (cathode ray tube) atau Flat Panel seperti monitor TFT LCD.
Nama monitor CRT berasal dari nama tabung yang terdapat di monitor. Bagian belakang tabung tersebut memiliki katoda yang dimuati muatan negatif. Penembak elektron mengeluarkan elektron ke bawah tabung kelayar yang bermuatan listrik yang akan memendarkan cahaya jika dikenai elektron.Tiap kluster di layar memiliki tiga warna, tiap satu warna disebut satu piksel.
Gambar di layar monitor biasanya terbuat dari 10% titik-titik kecil yang berpendar sesuai dengan perintah dari komputer. Semakin dekat jarak pikselnya akan semakin tajam gambar yang dihasilkan. Jarak antar piksel yang terdapat di monitor disebut dot pitch, satuannya adalah milimeter. Kebanyakan monitor CRT memiliki dot pitch sebesar 0,28 mm atau kurang.
Adapun monitor LCD adalah monitor yang tipis, dan ter-susun dari beberapa piksel warna atau piksel monokrom yang dibariskan di depan sumber cahaya atau reflektor.
LCD sangat terkenal karena hemat energi dan sedikit memakan tempat. Karena kehematannya, LCD bisa digunakan hanya dengan sumber daya baterai.
·         Plotter

Plotter merupakan jenis printer yang dirancang secara khusus guna menghasilkan output komputer yang berupa gambar ataupun grafik. Dengan menghubungkan plotter pada sistem komputer, maka pelbagai bentuk gambar akan dapat disajikan secara prima. Landscape-arsitektur banyak menggunakan plotter guna menghasilkan gambar landscape, potongan pohon, ataupun untuk membantu memvisualisasikan efek dari segala kegiatan yang ada.
Peralatan ini dilengkapi dengan sejumlah pena berwarna yang dapat digunakan untuk membuat gambar yang berkualitas tinggi. Misalnya, untuk membuat bagan atau grafik. Banyak dipakai untuk aplikasi arsitektur dan teknik.
·         Speaker

Pengeras suara Inggris loud speaker atau speaker saja) adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk selaput.
Dalam setiap sistem penghasil suara, penentuan kualitas suara terbaik tergantung dari speaker. Rekaman yang terbaik, dikodekan ke dalam alat penyimpanan yang berkualitas tinggi, dan dimainkan dengan deck dan pengeras suara kelas atas, tetap saja hasilnya suaranya akan jelek bila dikaitkan dengan speaker yang kualitasnya rendah. Sistem pada speaker adalah suatu komponen yang membawa sinyal elektronik, menyimpannya dalam CDs, tapes, dan DVDs, lalu mengembalikannya lagi ke dalam bentuk suara aktual yang dapat kita dengar. Dalam artikel ini, akan dijelaskan bagaimana sebuah speaker melakukan proses tersebut. Selain itu juga akan dibahas mengapa speaker dirancang berbeda-beda dan bagaimana perbedaan tersebut menimbulkan efek yang berbeda pula terhadap kualitasnya. Speaker adalah sebuah teknologi menakjubkan yang memberikan dampak yang sangat besar terhadap budaya kita. Namun disamping semua itu, sebenarnya speaker hanyalah sebuah alat yang sangat sederhana.
·         Keluaran Suara
            Untuk menyajikan keluaran berupa suara umumnya diperlukan peranti berupa speaker. Dalam hal ini speaker yang digunakan dapat berupa speaker internal atau eksternal. Speaker internal biasa terdapat pada PC, sedangkan speaker eksternal dihubungkan ke PC melalui kartu suara (sound card).
            Keluaran dalam bentuk suara dapat disajikan pada aplikasi multimedia.
            Dengan bantuan perangkat lunak teks-ke-suara, teks dimungkinkan untuk dinyatakan menjadi suara yang kemudian dikirim ke speaker eksternal.
·         Printer


                Printer merupakan peranti yang berfungsi untuk mencetak keluaran computer (dalam bentuk hardcopy). Printer dibedakan menjadi:
·         Impact printer.
·         Non-impact printer.

1.      Impact printer
Merupakan jenis printer yang bekerja seperti mesin ketik konvensional. Cetakan pada kertas diperoleh karena terdapat pukulan pada suatu media (karbon atau pita) kekertas.
2.      Nonimpact printer
Merupakan printer yang tidak bekerja dengan pukulan. Termasuk dalam kategori ini adalah laser printer, thermal printer, dan ink-jet printer.

Jumat, 30 September 2011

Pembantaian di Indonesia 1965–1966

Pembantaian di Indonesia 1965–1966 adalah peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September di Indonesia. Diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara dalam peristiwa tersebut. Pembersihan ini merupakan peristiwa penting dalam masa transisi ke Orde Baru: Partai Komunis Indonesia (PKI) dihancurkan, pergolakan mengakibatkan jatuhnya presiden Soekarno, dan kekuasaan selanjutnya diserahkan kepada Soeharto.

Kudeta yang gagal menimbulkan kebencian terhadap komunis karena kesalahan dituduhkan kepada PKI. Komunisme dibersihkan dari kehidupan politik, sosial, dan militer, dan PKI dinyatakan sebagai partai terlarang. Pembantaian dimulai pada Oktober 1965 dan memuncak selama sisa tahun sebelum akhirnya mereda pada awal tahun 1966. Pembersihan dimulai dari ibu kota Jakarta, yang kemudian menyebar ke Jawa Tengah dan Timur, lalu Bali. Ribuan vigilante dan tentara angkatan darat menangkap dan membunuh orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI. Meskipun pembantaian terjadi di seluruh Indonesia, namun pembantaian terburuk terjadi di benteng-benteng PKI di Jawa Tengah, Timur, Bali, dan Sumatra Utara.

Usaha Soekarno yang ingin menyeimbangkan nasionalisme, agama, dan komunisme melalui Nasakom telah usai. Pilar pendukung utamanya, PKI, telah secara efektif dilenyapkan oleh dua pilar lainnya-militer dan Islam politis dan militer berada pada jalan menuju kekuasaan. Pada Maret 1967, Soekarno dicopot dari kekuasaannya oleh Parlemen Sementara, dan Soeharto menjadi Presiden Sementara. Pada Maret 1968 Soeharto secara resmi terpilih menjadi presiden.



Keterangan
Wacana diatas merupakan wacana yang tidak termasuk sikap kesetiaan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Karena pada paragraf satu, terdapat kata transisi, yang merupakan bahasa asing/serapan transition yang mempunyai arti peralihan dari keadaan (tempat, tindakan), masa peralihan, masa pancaroba.

Selain itu, pada paragraf dua, juga terdapat kata vigilante yang artinya adalah orang yang menegakkan hukum dengan caranya sendiri.

Dan terakhir, pada paragraph tiga, terdapat kata efektif, berasal dari kata/bahasa inggris yaitu effective yang berarti  ampuh manjur mujarab mempan.



Rabu, 13 April 2011

Jadi Akhwat jangan cengeng

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dikasih amanah malah melarikan diri..
Diajak syuro bilang ada ijin syar’i..
Afwan ane ada agenda syar’i.. Afwan lagi nguleg sambel trasi..
Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi..
Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..
Terus dakwah gimana? Diakhiri???

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sekilas gayanya sih haroki berlagak Izzis..
Tapi hati kok Seismic? Sungguh ironis…
Mendayu-dayu kaya’ film romantis..
Kesehariannya malah jadi narsis..
Jauh dari kamera jadi dikira ge eksis..
Hati-hati kalo ditolak, bikin dramatis..


Jadi Akhwat jangan cengeng...
Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan
Rencana awal cuma kasih info kajian
Lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran!
Bisa-bisa dikira pacaran!
Sampai kepikiran dijadikan pasangan…
Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan!

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Abis nonton film palestina semangat empat lima..
Eh pas disuruh jadi coach, pergi lenyap kemana??
Semangat jadi pendukung luar biasa..
Tapi nggak siap jadi yang pelakunya.. yang diartikan sama dengan nelangsa..
Yah…bikin kecewa...

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet berduaan..
Eh, awas lho yang ketiga setan…
Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan..
Wah, kaya’ film india aja gan!
Kalo ketemu Musyrifah atau binaan?
Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan?
Oh malunya sama Musyrifah atau binaan?
Sama Allah? Buang aja ke lautan..
Yang penting mah bisa sayang-sayangan…
Na’udzubillah tenan…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sedekah dikira buang duit. .
Katanya sih biar ngirit, tapi kok shoping tiap menit??
Langsung sengit kalo dibilang pelit…
Mendingan buat dzikir komat-kamit…
Malah keluar kata-kata nyelekit…
Aduh…bikin hati sodaranya sakit…

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah ..
Pujaan dapet, terus walimah..
Dakwah pun say goodbye dadaaah..
Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah?
Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah..
Duh duh... amanah..amanah…
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama ikhwan yang wah..

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto ikhwan..
Dicari yang jenggotan..
Kalo udah dapet trus telpon-telponan..
Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan..
"Assalammu'alaykum akhi, salam ukhuwah.. udah kerja? Suka bakwan?"
Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan ..
Ikhwannya meng-iya-kan..
Mau-mau aja dibeliin bakwan..
Asik, ngirit uang kost dan uang makan...
Langsung deh siapin acara buat walimahan!
Prinsipnya yang dulu dikemanakan???


Jadi Akhwat jangan cengeng...
Ilmu cuma sedikit ajah..
Udah mengatai Ustadzah..
Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah..
Baca qur'an tajwid masih salah-salah..
Lho kok udah berani nuduh ustadzah..
Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Status facebook tiap menit beda..
Isinya tentang curahan hatinya..
Nunjukkin diri kalau lagi sengsara..
Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa..
Duh duh.. status kok bikin putus asa..
Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan..
Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut pusing beneran…
Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan..
Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segunung…
Kalo disuruh shopping tancap gas langsung...
Hatipun tetap cerah walaupun mendung
Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung..
Kalo pas tilawah malah terkatung-katung…
Duh.. bingung...bingung…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering gosip ngomongin sesamalah…
Wah... wah… ghibah… ghibah…
Eh, malah timbul fitnah…
Segera ber-istighfar lah…

Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah...

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Nggak punya duit Halaqah males datang..
Nggak ada motor yaa...misi halaqah dibuang…
Musyrifah ikhlas, hati malah senang…
Binaan juga nggak ada satupun yang mau datang..
Jenguk binaan malah pada pergi malang melintang…
Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???

Oh noo...

Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...
Jadi Akhwat jangan cengeng...

Ukhti... banyak sekali sebenarnya masalah Akhwat..
Dimanapun harokahnya.. .

Ukhti.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm... Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..

Ukhti.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..

Ukhti.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah...

Ukhti.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. ... dakwah ini berat ukhti.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata 'Jadilah..!' maka hal itu akan terjadi.. yang ada 'jadilah!' lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah... ilmu yang kau jadikan ia menjadi...

Ukhti.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
"Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami..."

"Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu."

"Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar."

"Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu."

"Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka."

Dia yang kurindu

Senyumnya masih sama ketika menyambutku, tulus dan hangat seperti biasanya. Meski guratan usia di wajahnya dan uban di rambutnya membuatnya tampak lebih tua daripada saat terakhir kali aku bertemu dengannya, wajahnya masih teduh. Inilah yang membuat kerinduan untuk pulang terus membuncah.

Dalam kepulangan kali ini, ada hal yang membuatku bahagia. Kini ibuku sudah mulai lancar mengaji meski dengan ilmu tajwid yang masih belum sempurna. Setiap hari seusai sholat maghrib hingga waktu sholat isya tiba, ibuku selalu mengaji dan aku berkesempatan untuk mendampinginya, mengoreksi bacaannya. “Sebenarnya setelah khatam Al-Quran pada waktu Ramadhan kemarin, Pak Sukri akan mengajari Ibu ilmu tajwid kemudian juga tafsir Al-Qur’an-nya, tapi Pak Sukri sekarang sibuk setelah menjadi relawan bencana alam dan pindah ke LSM lainnya, pelajaran ngajinya jadi mandeg*”. Begitu keluh ibuku tentang pelajaran mengaji rutinnya yang terhenti karena Pak Sukri, nama guru mengajinya, sibuk dengan berbagai aktivitas. Subhanallah..senang sekali melihat semangat ibuku untuk belajar Al-Qur’an dan hal ini juga melecut diriku untuk berusaha lebih rajin dan istiqomah mempelajari kalam-Nya.

Beliau sempat terisak untuk beberapa saat lamanya ketika aku pertama kali menyimak bacaan mengajinya seusai sholat shubuh ketika aku baru tiba di rumah. Aku tidak tahu pasti mengapa ia menangis, mungkin karena terharu bertemu aku yang sudah lebih dari 1,5 tahun lamanya tidak pulang, atau terharu karena sudah mulai bisa mengaji dengan lancar. Di sela isak tangisnya, aku mendengar kalimat lirih dari bibirnya, “kasihan bapak..”. Aku teringat almarhum bapakku, beliau memang belum sempat untuk belajar mengaji lagi sebelum ajalnya tiba. Inilah hal yang selalu membuat aku sedih jika teringat almarhum bapakku. Sedih pada diri sendiri karena sebagai seorang anak, aku belum merasa berbuat banyak, setidaknya untuk lebih sering mengingatkan dan mengajak belajar bapakku (semoga Allah menerima segala amal ibadahnya dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya). Aku paham hidayah memang menjadi hak prerogatif Allah, tapi diriku selalu merasa bersalah dan menyesal jika mengingat hal ini. Perasaan ini juga yang menjadi motivasi untuk terus belajar, terus membina silaturahim dengan ibu dan kakak-kakakku, untuk perlahan-lahan mengajak mereka untuk bersama-sama mempelajari dan mengamalkan Islam sebaik-baiknya.

Selain rutinitas baru seusai sholat maghrib, aku juga sempat berbincang-bincang dengan ibuku. Berbincang-bincang tentang banyak hal, tentang hidup. Dan dalam perbincangan dengan beliau kali ini, beliau kembali mengingatkanku tentang pentingnya totalitas, komitmen, konsistensi, dan pantang menyerah dalam hidup. Dari perbincangan ini juga, aku juga menjadi sadar bahwa beberapa sifat dan karakter dalam diriku turunan dari ibu dan almarhum bapakku. Memang sudah sejak lama dan sering kudengar peribahasa “air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga”, tapi baru kali ini aku menyadari betapa kuatnya nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tua kepada anak-anaknya, meskipun mungkin itu hanya terjadi saat masa kecil si anak dan anak tersebut kemudian pergi merantau sekian lama.

Untuk kalian yang masih memiliki orang tua, ingat-ingatlah perkataan Rasulullah SAW ini :

Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : Aku bertanya, “Ya Nabiyullah, amal apakah yang paling dekat kepada surga?” Beliau SAW bersabda, “Shalat pada waktunya”. Aku bertanya lagi “Apa lagi ya Nabiyullah?” Beliau SAW bersabda berbakti kepada kedua orang tua”. Aku bertanya lagi “Apa lagi ya Nabiyullah?” Beliau SAW bersabda, “Berjihad di jalan Allah”. (H.R.Muslim juz 1, hal.89)
Dari Abu Hurairah ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Seorang anak tidak bisa membalas (kebaikan) orang tuanya, kecuali jika ia mendapatkan orang tuanya sebagai budak, lalu ia membelinya dan memerdekakannya” (H.R.Muslim juz 2, hal.1148)

Dan masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist yang membahas keutamaan berbakti kepada kedua orang tua. Jangan ditunda-tunda, lakukan sekarang juga.